Loading...

Cari Blog Ini

Memuat...
Loading...

Selasa, 06 Maret 2012

RPP SENI RUPA X SMA


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( R P P )

Nama Sekolah         :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran        : Seni Budaya (Rupa)
Kelas/Semester      : X / 1
Alokasi Waktu         :  4 jam pelajaran (2 x pertemuan)

A.  Standar Kompetensi
1.      Mengapresiasi karya seni rupa

B.  Kompetensi Dasar
1.1    Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
1.2    Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
  Menjelaskan pengertian seni rupa terapan
  Menyebutkan dan menjelaskan keunikan karya seni rupa terapan (ukiran) daerah Madura
  Menyebutkan dan menjelaskan keunikan teknik seni rupa ukiran daerah Madura
  Menyebutkan model/corak ukiran Madura
  Menggambar motif-motif ukiran Madura
  Menyebutkan sikap apresiatif masyarakat Madura terhadap karya seni rupa terapan
Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
  Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
  Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Tujuan Pembelajaran
§  Siswa dapat mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
§  Siswa dapat menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat

E.  Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 dan 2
1.   Karya seni rupa terapan adalah karya seni yang dirancang untuk tujuan fungsional/kegunaan yakni memenuhi kebutuhan fisik maupun psikologis
2.   Sikap apresiatif merupakan sikap menghargai, mengagumi, menilai, menikmati dan menghayati hasil karya dalam hal ini seni ukir Madura.
3.   Seni ukir Madura pada umumnya bermotif daun-daunan, kaku tetapi tampak gagah (megah)

F.   Metode Pembelajaran
§  Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·   Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
·   Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
§ Keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah
·   Sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah Madura
§ Siswa dapat  Diskusi dan tanya jawab membahas keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah Madura
§ Siswa dapat  Praktik menggambar motif cakra
·   Siswa dapat  Diskusi tentang sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah Madura

G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 dan 2
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang karya seni rupa

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam mengapresiasi karya seni rupa terapan
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami keunikan gagasan dan teknik seni rupa terapan daerah
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak mengapresiasi terhadap keunikan gagasan teknik seni rupa terapan daerah Madura
·                  Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang apresiasi karya seni rupa terapan
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
·      Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi
·      Siswa dan guru melakukan refleksi
·      Guru memberikan tugas rumah (PR)

H.  Alat dan Bahan
1.   Alat : alat gambar
2.   Sumber belajar :
§  Buku paket
§  Buku lain yang relevan (LKS)

I.    Penilaian
1.   Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.   Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.   Instrumen/soal:
1.   Jelaskan yang disebut karya seni rupa terapan!
2.   Sebutkan keunikan gagasan ukiran daerah Madura!
3.   Sebutkan minimal tiga keunikan teknik seni rupa terapan daerah Madura!
4.   Sebutkan motif-motif ukiran Madura!
5.   Bagaimana saran Anda agar ukiran Madura lebih maju dan berkembang!
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)


Mengetahui,                                                             ...... ……….................
Kepala Sekolah..........                                            Guru Mata Pelajaran



……………………........                                            ...................................
NIP/NRK.......................                                            NIP/NRK....................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran        : Seni Budaya
Kelas/Semester      : X / 1
Alokasi Waktu         :  4 jam pelajaran (2 x pertemuan)


A.  Standar Kompetensi
2.      Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

B.  Kompetensi Dasar
2.1    Merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
2.2    Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
  Menjelaskan tentang merancang karya seni rupa terapan
  Menyebutkan persiapan-persiapan merancang karya seni rupa dengan teknik dan corak daerah Jepara
  Mempraktikkan teknik-teknik pembuatan ukiran
  Menyebutkan dan menggambar macam-macam pola ukiran
  Menyebutkan alat-alat yang digunakan dalam pembuatan ukiran
  Membuat karya seni rupa terapan secara sederhana, dengan berkelompok.
Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
  Kreatif (Mengemukakan gagasan baru)
  Mandiri (Mampu mencari sumber belajar sendiri)
  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Tujuan Pembelajaran
§  Siswa dapat merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
§  Siswa dapat membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat

E.  Materi Pembelajaran
Pertemuan Ke-3 dan 4
1.   Dalam merancang seni ukir perlu persiapan-persiapan antara lain persiapan konstruksi barang, persiapan pola gambar hiasan dan ukiran
2.   Dalam membuat karya seni ukir diperlukan alat-alat pokok, alat dan perkakas perlengkapan, dan urutan pelaksanaan mengukir

F.   Metode Pembelajaran
§  Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·   Merancang karya seni rupa terapan dengan  memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
·   Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
·   Merancang karya seni rupa terapan daerah Jepara
·   Membuat karya seni rupa terapan
·   Siswa dapat  Diskusi dan tanya jawab tentang cara merancang karya seni rupa terapan daerah Jepara
·   Siswa dapat  Praktik menggambar pola ukiran
·   Siswa dapat  Tanya jawab tentang cara membuat karya seni rupa terapan

G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-3 dan 4
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang apresiasi karya seni rupa terapan daerah Madura
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam merancang dan
membuat karya seni rupa daerah Jepara

Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Dengan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami persiapan dalam membuat rancangan
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami masalah yang berkaitan dengan cara membuat karya seni rupa terapan
·      Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal tentang cara merancang dan membuat karya seni ukir
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
·      Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

H.  Alat dan Bahan
1.   Alat : peralatan mengukir
2.   Sumber belajar :
§  Buku paket
§  Buku lain yang relevan (LKS)
I.    Penilaian
1.   Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2.   Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis
3.   Instrumen/soal:
1.   Sebutkan tiga teknik membuat pola ukiran!
2.   Jelaskan yang disebut pola ukiran endong!
3.   Sebutkan alat-alat pokok mengukir kayu!
4.   Sebutkan macam-macam pahat, gambarkan salah satunya!
5.   Sebutkan macam-macam cara pemolesan!

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)


Mengetahui,                                                             ...... ……….................
Kepala Sekolah..........                                            Guru Mata Pelajaran



……………………........                                            ...................................
NIP/NRK.......................                                            NIP/NRK....................




























Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran        : Seni Budaya (Seni Rupa )
Kelas/Semester      : X / 2
Alokasi Waktu         : 


Standar Kompetensi
9.      Mengapresiasi karya seni rupa

Kompetensi Dasar
9.1    Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara

Indikator Pencapaian Kompetensi :
§  Mendeskripsikan karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara sesuai dengan kehidupan sosial budayanya
§  Mengklasifikasi fungsi seni terapan daerah masing-masing berdasarkan sosial budayanya
§  Mendeskripsikan secara tertulis karya seni terapan salah satu wilayah Nusantara.

A.  Tujuan Pembelajaran
siswa mampu untuk:
§  menyebutkan  dan menjelaskan berbagai bahan yang dapat digunakan untuk membuat karya seni hias.
§  menyebutkan dan menjelaskan teknik yang digunakan dala
§  seni wayang.

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan diskusi, latihan, praktik.

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·   Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik  dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara
§ Pengertian Seni Terapan
§ Unsur seni
§ Fungsi dan tujuan seni
§ Jenis Terapan
·   Seni terapan wilayah Nusantara
Contoh : Karya daerah Jawa Barat dan Lombok
§ Siswa dapat Pengertian seni
§ Siswa dapat Fungsi seni terapan di wilayah Nusantara
§ Siswa dapat Beda seni murni dan terapan di Wilayah Nusantara
§ Siswa dapat Mengklasifikasi karya seni terapan daerah daerah Nusantara
·   Siswa dapat Menuliskan karya seni terapan Nusantara berdasarkan sosial budayanya

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang seni rupa terapan di wilayah Nusantara


Pertemuan pertama
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa membaca materi tentang bahan, teknik, dan nilai karya seni Nusantara yang ada di buku teks (hlm. 63—71).
·      Siswa membuka internet dan mencari situs yang memuat profil pusat kerajinan Nusantara.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Siswa membuat profil pusat kerajinan (tugas IV hlm. 82).
·      Tugas dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan kedua
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas pertemuan sebelumnya.
·      Siswa membuka internet untuk memeroleh informasi dan mengunduh gambar-gambar karya seni rupa terapan untuk pengerjaan tugas II hlm 81.
·      Siswa mendaftar karya-karya seni tersebut dan menjelaskan bahan dan teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni tersebut (mengerjakan tugas II hlm 81).
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Tugas dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan ketiga
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas pertemuan sebelumnya.
·      Siswa mengerjakan latihan I hlm. 73—80.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas V hlm. 82. Pengerjaan tugas ini dilakukan pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan keempat
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengunjungi pusat kerajinan (kegiatan ini dapat dilanjutkan di luar jam belajar sebagai PR kelompok).
·      Siswa membuat laporan kunjungan, dilengkapi dengan teknik singkat pembuatan karya seni yang telah diamati secara langsung (latihan V hlm. 82).
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Tugas dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan kelima
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas pertemuan sebelumnya.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Siswa mengerjakan latihan VI hlm. 82—84.
·      Guru menugaskan siswa memikirkan proyek pembuatan karya seni terapan (tugas III hlm. 82).

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
·      Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

E. Sumber Belajar
§  Kurikulum KTSP dan perangkatnya
§  Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
§  Buku sumber Seni Rupa SMA dan MA kelas X – ESIS (hlm. 62—84)
§  Peta konsep
§  OHP
§  Buku-buku penunjang yang relevan
§  Internet

F. Penilaian
Tugas II hlm. 81
Aspek penilaian
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Siswa mampu melengkapi daftar dengan 5 jenis karya atau lebih dari 5 jenis karya



Siswa mampu menyebutkan daerah-daerah penghasil tiap karya seni, minimal 3 nama daerah



Siswa mampu mengidentifikasi bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tiap karya seni 



Siswa mampu menjelaskan proses pembuatan karya seni secara teliti dan berurutan




Tugas V hlm. 82
Aspek penilaian
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Siswa mampu menemukan satu tempat pusat kerajinan



Siswa mampu membuat cerita singkat pengalaman mereka mengunjungi tempat tersebut



Siswa mampu menunjukkan bukti dokumentasi kunjungan mereka secara konkret (contoh hasil karya, brosur, foto, atau rekaman kamera digital)



Siswa mampu menjelaskan teknik/proses pembuatan karya seni secara jelas dan terperinci



Siswa mampu menjelaskan fungsi karya seni



Siswa mampu menyajikan laporan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar



Kalimat laporan jelas dan mudah dipahami




Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1


Mengetahui,                                                             .........., ………..............
Kepala Sekolah/Yayasan                                      Guru Mata Pelajaran


……………………........                                            ........................................
NIP/NRK.......................                                             NIP/NRK.......................        

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran        : Seni Budaya (Seni  )
Kelas/Semester      : X / 2
Alokasi Waktu         : 


Standar Kompetensi
9.      Mengapresiasi karya seni rupa

Kompetensi Dasar
9.2    Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara

Indikator Pencapaian Kompetensi :
§  Mengidentifikasi tanggapan secara lisan atas keunikan hasil karya seni rupa terapan daerah setempat
§  Menunjukan sikap empati terhadap seni rupa terapan daerah setempat
§  Membuat tulisan berupa tanggapan atas keunikan hasil karya seni rupa terapan daerah setempat

A.    Tujuan Pembelajaran
siswa mampu untuk:
§  menunjukkan hasil karya seni hias buatan tangan sendiri, serta dapat menjelaskan bahan, teknik, dan nilainya.
  Nilai Karakter Bangsa :  
§  Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Rasa ingin tahu, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat, Cinta damai, Gemar membaca, Tanggung jawab.
  Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
§  Percaya diri, Berorientasi Tugas dan Hasil, Berani mengambil resiko, Berorientasi ke masa depan.

B.     Materi Pembelajaran
§  Pembuatan karya seni hias dengan bahan, teknik, dan nilai yang ditentukan sendiri.

C.  Metode Pembelajaran
Pendekatan model life skill
Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·   Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara
· Berikan contoh Jenis-jenis karya seni rupa   terapan Nusantara

·   Siswa dapat Membuat tulisan berupa tanggapan atas keunikan hasil karya seni rupa terapan daerah setempat

D.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang seni rupa terapan di wilayah Nusantara

Pertemuan pertama
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Guru mendata jenis dan rencana karya seni yang akan dibuat siswa.
·      Siswa memulai berkarya.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Tugas dilanjutkan di rumah.

Pertemuan kedua
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa melanjutkan pengerjaan karya seni.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas karya seni.
·      Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
·      Menarik kesimpulan materi.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
·      Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

E.  Sumber Belajar
§  Kurikulum KTSP dan perangkatnya
§  Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
§  Buku sumber Seni Rupa SMA dan MA kelas X – ESIS (hlm. 62—84)
§  Peta konsep
§  OHP
§  Buku-buku penunjang yang relevan
§  Internet

F.  Penilaian

Aspek penilaian
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Karya mencerminkan kreativitas



Karya bersifat imajinatif



Pembuatan karya menerapkan pengetahuan siswa tentang teknik dan proses pembuatan karya seni terapan





Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

Jawaban Soal Latihan (halaman 72—73)
A.

B.
  • - daun tal (palmyra)
- gebang (corphya)
- lalang (imperata cylindrica)
- purun
- daun kelapa muda
- rotan dan bambu
  • - pertama, tanah dikeringkan, ditumbuk dan disaring, kemudian tanah dicampur air dan pasir, lalu diaduk. Hasil pecampuran ini siap dicetak dan dibentuk.
- kedua, tahap penggulungan atau pembentukan. Pada tahap ini, bahan yang telah jadi lalu digulung, ditumbuk, dan dibentuk sesuai model yang dikehendaki.
- ketiga, setelah berbentuk, tanah dikeringkan dengan cara dijemur hingga benar-benar kering. Setelah itu, gosok permukaannya dengan batu kuarsa/porselen hingga halus.
- keempat, tahap pembakaran, periuk yang telah dibentuk, disusun dan dibakar dengan suhu tertentu.
  • Sesajen dibuat sebagai persembahan kepada alam, leluhur, dan dewa. Di Bali, sesajen berisi buah pinang, sirih hijau, dan kapur sirih. Buah pinang merupakan sesajen untuk Bahra, sang pencipta. Sirih hijau untuk Wisnu, sang pemelihara. Kapur sirih untuk Siwa Porosan.
  • Wayang kulit awalnya berfungsi sebagai media hiburan. Namun, saat ini wayang kulit juga dapat dijadikan pajangan atau hiasan. Perkembangan bentuk wayang kulit di Indonesia dipengaruhi oleh masuknya agama Islam. Dahulu, bentuk wayang menyerupai gambar pada relief candi. Bentuk itu berubah ketika Islam masuk karena para kyai menghidari penggambaran langsung bentuk manusia.
  • - teknik menganyam/menjalin.
- teknik menggulung.

Jawaban Soal Uraian (halaman 73—80)
IJenis Seni Hias
Bahan Dasar
Seni anyaman
Kulit bambu, rotan
Seni kaca patri
Kaca, almunium, besi
Patung
Batu, kayu
Tembikar
Tanah liat
Ukiran
Emas, peral, kayu, batu

  1. a. Ukiran kayu, misalnya pada kayu jati dan mahoni.
b. Ukiran batu, misalnya yang terdapat pada candi.
  1. a. Bahan dasar patung dapat berupa kayu, batu, dan semen (gips).
b. Kayu dan batu dibentuk dengan cara diukir atau dipahat.
c. Gips dibentuk dengan cara dicetak.
  1. Batu
  2. - Wayang golek berasal dari Klaten.
- Wayang kulit berasal dari Yogyakarta.
- Wayang beber berasal dari Bali.
  1. - Bali: bunga, buah pinang, sirih hijau, daun palem, dan kapur sirih.
- Upacara perkawinan di Bali dan Jawa: daun palem, daun pisang, bunga, buah, kembang mayang.
  1. a. teknik menganyam/menjalin: dibuat dengan cara menyusun sulur secara berjajar rapat. Kemudian, sulur lainnya dimasukkan secara berselang-seling dengan posisi tegak lurus dengan jajaran sulur yang pertama.
b. teknik menggulung. Teknik menggulung lebih rumit dari teknik menganyam. Pembuatannya adalah dengan cara memilin-milin bahan sesuai kerangka, dan dimulai dari titik pusat. Hingga meligkar atau melebar ke sekalilingnya. Setelah tersusun, anyaman dijalin dengan benang yang halus.
  1. a. bilah bambu dan rotan   hasilnya keranjang.
b. mendong                           hasilnya tikar.
c. tali                                       hasilnya table mats dan keset.
d. bilah bambu                     hasilnya pengki, kukusan, topi caping.
e. pandan                              hasilnya sandal dan tikar.
  1. - gambar 1: tanah dikeringkan, ditumbuk dan disaring, kemudian tanah dicampur air dan pasir, lalu diaduk.
- gambar 2: hasil pecampuran pada tahap 1 siap dicetak dan dibentuk.
- gambar 3: tahap penggulungan atau pembentukan. Pada tahap ini, bahan yang telah jadi digulung, ditumbuk, dan dibentuk dengan bentuk dasar pada alat putar agar memiliki ketebalan yang sama dan berbentuk bundar sempurna.
- gambar 4: seniman dapat membentuk gerabah sesuai model dan bentuk yang dikehendaki.
- gambar 5: seniman juga dapat menambah motif-motif variasi dan hiasan pada permukaannya.
- gambar 6: tahap pembakaran, periuk yang telah dibentuk, disususn dan dibakar dengan suhu tertentu.
- gambar 7: gerabah siap dijual atau digunakan.
  1. a. Upacara pernikahan di Jawa Tengah: sesajen dibuat dengan cara menyiapkan daun palem atau daun pisang sebagai bahan dasar. Daun tersebut dipotong dan dianyam hingga berbentuk burung kecil dan nampan kecil. Burung dan nampan disusun hingga membentuk jambangan dan tugu yang tinggi. Lalu, jambangan dan tugu itu digabungkan dengan bunga, buah, dan kembang mayang.
b. Perayaan Penjor di Bali: anyaman daun digantungkan pada bambu yang tinggi. Anyaman dihias dengan bunga, buah, dan daun palem.
  1. a. Pertama, pembuatan sketsa awal. Gambar atau pola digoreskan oleh pelukis utama dengan tinta cina berwarna hitam.
b. Kedua, tahap pewarnaan. Proses ini dikerjakan oleh seniman pemula atau keluarga lain dengan cara memulaskan warna yang dikehendaki.
c.  ketiga, tahap penyempurnaan. Wayang dilengkapi dengan detail yang teliti dan indah. Proses ini dikerjakan oleh pelukis utama.
  1. a. Mbis pada suku Asmat: sosok patung leluhur atau pahatan-pahatan monumental yang diletakkan di rumah adat.
b. Ulos pada suku batak: wastra khas Batak yang dalam perkawinan; berfungsi sebagai hadiah dari pihak lakki-laki kepada pihak perempuan.
c. Gringsing wastra pada masyarakat Bali: wastra ikat ganda khas Bali yang digunakan pada upacara adat dan keagamaan. Wastra itu dibuat selama 5—8 tahun dengan peraturan ketat, upacara, dan berbagai pantangan.
d. pukpuk pada masyarakat Batak: zat pada tanaman/hewan untuk memberi kekuatan pada patung leluhur.
  1. Patung di Nusantara identik dengan animisme dan bersifat magis. Biasanya, patung merupakan representasi orang yang sudah mati, nenek moyang, atau dewa. Namun, saat ini, patung lebih berfungsi sebagai monumen peringatan kejadian bersejarah atau sebagai penghargaan bagi orang yang berjasa.
  2. Penangkal bencana atau penyakit.
  3. Patung Soekarno dan Hatta (patung proklamasi) dan patung soeharto di museum Soeharto, Taman Mini.
  4. Sesaji berfungsi sbagai persembahan kepada dewa, nenek moyang, dan tamu yang dihormati. Selain itu, sesaji juga berfungsi untuk menolak bencana dan syarat kelancaran suatu acara/pekerjaan.
  5. Wayang golek, kulit, dan beber memiliki berbagai fungsi dari masa ke masa. Misalnya sebagai media hibuan, hiasan, pajangan, dan media penyebaran agama Islam.
  6. a. Bima
b. Gatotkaca
c. ahwana
d. Drona
e. Semar
f. Punakawan
g. Srikandi
  1. Jenis wayang tersebut adalah wayang kulit. Wayang tersebut memiliki 3 tongkat yag terdapat pada kaki, tangan kanan, dan tangan kiri. Cara memainkannya adalah dengan memegang tongkat yang terdapat di kaki, sedangkan tangan yang lain memegang tongkat yang terdapat pada tangan kanan atau kiri wayang. Tongkat tersebut digerak-gerakkan sehingga tangan wayang tampak bergerak, terutama saat wayang diceritakan sedang berbicara.

VI  Jawaban Soal Latihan (hlm 82—84)


Mengetahui,                                                             .........., ………..............
Kepala Sekolah/Yayasan                                      Guru Mata Pelajaran


……………………........                                            ........................................
NIP/NRK.......................                                             NIP/NRK.......................



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran        : Seni Budaya (Seni Rupa )
Kelas/Semester      : X / 2
Alokasi Waktu         : 

A.  Standar Kompetensi
10.    Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

B.  Kompetensi Dasar
10.1  Merancang dan membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara

Indikator Pencapaian Kompetensi :
§  Mengidentifikasi gambar karya seni rupa terapan dua dimensi Nusantara
§  Mempresentasikan  karya seni terapan  dua dimensi wilayah Nusantara
§  Mendesain gambar  seni rupa terapan  yang digali dari  seni rupa di wilayah Nusantara sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan budayan
Contoh : motif Batik untuk kalangan menengah dan masyarakat biasa

A.  Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu untuk:
§  menunjukkan hasil karya seni rupa 2 dimensi buatan sendiri
§  menunjukkan hasil karya seni rupa 3 dimensi buatan sendiri
§  menggambar wajah sesuai tahap-tahap yang benar
§  menunjukkan hasil karya ragangan buatan sendiri
  Nilai Karakter Bangsa : 
§  Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Rasa ingin tahu, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat, Cinta damai, Gemar membaca, Tanggung jawab.
  Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
§  Percaya diri, Berorientasi Tugas dan Hasil, Berani mengambil resiko, Berorientasi ke masa depan.

B.   Materi Pembelajaran
§  Seni rupa 2 dimensi
§  Seni  rupa 3 dimensi
§  Teknik menggambar wajah dan meragang
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, praktik, bermain.

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·   Merancang dan membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara
· Merancang Motif salah satu corak seni Batik Nusantara

§ Siswa dapat Mendesain gambar  seni rupa terapan  yang digali dari  seni rupa di wilayah Nusantara sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan budayan
Contoh : motif Batik untuk kalangan menengah dan masyarakat biasa

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang Merancang dan membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara.

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara

Pertemuan pertama
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa membaca ulasan singkat tentang seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi yang ada di buku teks.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Siswa mengerjakan latihan halaman 91—92.
·      Guru menugaskan siswa untuk membawa pensil gambar atau limbah kayu pada pertemuan selanjutnya. Tugas ini disesuaikan dengan keinginan siswa atau keinginan kelas secara umum; siswa ingin belajar menggambar wajah atau membuat seni ragang. Siswa memilih salah satu tugas tersebut. 

Pertemuan kedua
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa menyiapkan peralatan gambar/limbah kayu.
·      Siswa mulai berlatih menggambar wajah/meragang (tugas a dan b hlm. 92—95).
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Hasil karya dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan ketiga
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas menggambar wajah/hasil karya meragang.
·      Siswa ditugasi mengerjakan latihan I hlm. 95—100.
·      Guru menugasi siswa untuk mengerjakan tugas VI di rumah.

Pertemuan keempat
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan 2 tugas terakhir.
·      Siswa diajak mengunjungi sebuah galeri/studio seni rupa dan ditugasi membuat laporan inventarisasi hasil karya 2 dimensi dan 3 dimensi (tugas VII hlm. 104).
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Tugas dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan kelima
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas laporan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Siswa mengerjakan latihan VIII hlm 104—106.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
·      Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

E. Sumber Belajar
§  Kurikulum KTSP dan perangkatnya
§  Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
§  Buku sumber Seni Rupa SMA dan MA kelas X – ESIS (hlm. 86—106)
§  Peta konsep
§  OHP
§  Buku-buku penunjang yang relevan
§  Internet

F. Penilaian
§  Tugas a dan b hlm 92—95.

 

Lembar Penilaian

Menggambar wajah
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Meragang
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Siswa mampu menggambar wajah sesuai tahap-tahapnya



Siswa dapat membuat karya kreatif



Gambar cukup rapi dan  berciri khas



Siswa dapat membuat karya imajinatif



Siswa mampu menggambar ekspresi marah



Karya memiliki bentuk rapi dan mengandung estetika



Siswa mampu menggambar ekspresi senang dan tertawa



Karya memiliki fungsi tertentu



Siswa mampu menggambar ekspresi sedih dan menangis



Karya memiliki nilai dan makna tertentu



Siswa mampu menggambar ekspresi lain selain ketiga ekspresi di atas



Bentuk karya seni tidak lagi menunjukkan asal-usul elemen dasarnya




Kolom penilaian tugas inventarisasi karya seni rupa (tugas VII hlm. 104)

Aspek penilaian
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Siswa mampu menyajikan gambar karya seni rupa 2 dimensi



Siswa mampu menyajikan gambar karya seni rupa 3 dimensi



Siswa mampu melakukan penggolongan jenis karya



Siswa mampu menjelaskan bahan-bahan yang terdapat dalam karya seni



Siswa mampu menjelaskan fungsi karya seni



Siswa mampu menyajikan laporan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar



Kalimat laporan jelas dan mudah dipahami







Jawaban Soal Latihan (halaman 91—92)
A.

B.
  1. Dilorod adalah proses penghilangan lilin malam pada kain batik dengan menggunakan air panas.
  2. - diwidel: batik diwarnai dengan warna biru tua.
- dikelir: batik diwarnai dengan warna selain biru tua.
  1. - Earthenware: keramik dengan suhu matang 900—1100 derajat Celcius dan daya serap 10—15%.
- Stoneware: keramik dengan suhu matang sekitar 1200 derajat Celcius dan daya serap 2—5%.
- Porselen: keramik dengan suhu matang sekitar 1260 derajat Celcius dan daya serap 0—1%.
  1. Stoneware adalah keramik dengan suhu matang sekitar 1200 derajat Celcius dan daya serap 2—5%. Keramik ini memiliki kerasan seperti batu.
  2. - tahap 1: sediakan kain putih polos berjenis mori, brokolin, atau sutra.
- tahap 2: kain dikemplong atau dihaluskan.
- tahap 3: ngelowong, atau menggambari kain dengan pensil/arang.
- tahap 4: ngrengreng, atau menempelkan cairan lilin dengan canting tulis atau cap.
- tahap 5: pewarnaan, yaitu diwidel (pewarnaan dengan warna biru tua) dan dikelir (pewarnaan dengan warna selain biru tua).
- tahap 6: dilorod, atau proses penghilangan lilin malam dengan air panas.

VIII
Jawaban Soal Latihan (hlm 104—106)

                                                                     
Mengetahui,                                                             .........., ………..............
Kepala Sekolah/Yayasan                                      Guru Mata Pelajaran


……………………........                                            ........................................
NIP/NRK.......................                                             NIP/NRK.......................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMA/MA .............................
Mata Pelajaran        : Seni Budaya (Seni Rupa )
Kelas/Semester      : X / 2
Alokasi Waktu         : 

A.  Standar Kompetensi
10.    Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

B.  Kompetensi Dasar
10.2  Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara
10.3  Menyiapkan dan menata karya seni rupa buatan sendiri dalam bentuk pameran di kelas atau di sekolah
10.4  Menata karya seni rupa buatan sendiri dalam bentuk pameran di kelas atau di sekolah

Indikator Pencapaian Kompetensi :
§  Membuat karya seni rupa terapan dengan beragam teknik yang digali dari seni rupa di wilayah Nusantara
§  Mendesain karya seni terapan
§  Penggunaan Alat
§  Proses pembuatan
§  Proses Pewarnaan alam
§  Proses pewrnaan sintetis
§  Mengidentifikasi karya seni terapan  yang akan dipamerkan dari seni rupa Nusantara kasil karya sendiri di kelas
§  Menyiapkan unsur pendukung pameran : brosur, undangan, poster, spanduk
§  Mengelompokan anggota untuk pameran
§  Menyiapkan pameran bersama karya seni terapan yang dikembangkan dari seni rupa Nusantara kasil karya sendiri di sekolah
§  Mengidentifikasi pameran seni terapan
§  Membuat laporan kegiatan pameran
§  Mengevaluasi kegiatan pameran

A.  Tujuan Pembelajaran
siswa mampu untuk:
§  menyiapkan sebuah acara pameran karya seni rupa buatan sendiri dan teman
§  menyelenggarakan acara pameran seni rupa
§  membuat penutupan/penyelesaian proyek acara pameran seni rupa
  Nilai Karakter Bangsa : 
§  Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Rasa ingin tahu, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat, Cinta damai, Gemar membaca, Tanggung jawab.
  Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
§  Percaya diri, Berorientasi Tugas dan Hasil, Berani mengambil resiko, Berorientasi ke masa depan.

B.   Materi Pembelajaran
§  Persiapan pameran.
§  Pelaksanaan pameran.
§  Penyelesaian pameran.

C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, pemberian tugas portofolio, praktik.

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·   Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara
·   Menyiapkan dan menata karya seni rupa buatan sendiri dalam bentuk pameran di kelas atau di sekolah
·   Menata karya seni rupa buatan sendiri dalam bentuk pameran di kelas atau di sekolah
·   Berkreasi karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara :
­  Desain karya/sketsa
­  Persiapan bahan dan alat
Proses membuat karya terapan dua/ tiga dimensi di wilayah Nusantara
·   Menjelaskan Tujuan  dan Fungsi pameran seni kriya
§ Pameran dan kreasi senirupa terapan wilayah Nusantara :
­  Persiapan Pameran
­  Menentukan tema Pameran
­  Menentukan rencana Kegiatan
­  Menyusun Program Pameran
­  Teknik Pengaturan Tata Letak Pameran

·   Siswa dapat Membandingkan teknik pembuatan
­  Teknik pewarnaan
Teknik Pembuatan motif (teknik stilasi, deformasi, dll)
·   Siswa dapat Mengidentifikasi karya seni terapan  yang akan dipamerkan dari seni rupa Nusantara kasil karya sendiri di kelas
·   Siswa dapat Mengidentifikasi pameran seni terapan


D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Apersepsi:
Siswa diajak mengingat pemahaman tentang Menyiapkan dan menata karya seni rupa.

Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang karya seni rupa buatan sendiri dalam bentuk pameran di kelas atau di sekolah

Pertemuan Pertama
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa membaca pembahasan tentang cara merecanakan dan melaksanakan pameran yang ada di buku teks.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Siswa mengerjakan latihan hlm. 111—113 secara individual.
·      Siswa mengumpulkan pekerjaan.
·      Guru menugaskan siswa mengerjakan latihan I (hlm. 113—114) di rumah.

Pertemuan kedua
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas latihan I.
·      Siswa berkumpul dalam kelompok yang beranggotakan 4—6 orang.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·      Siswa berdiskusi untuk membuat proposal pameran seni rupa (latihan II hlm. 114).
·      Tugas dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
·      Guru mengingatkan siswa untuk membawa alat-alat gambar untuk melukis pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan ketiga
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.
·      Siswa menyiapkan alat-alat gambar untuk melukis dan mulai berkarya (mengerjakan tugas IV hlm. 115).
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·      Guru mengingatkan siswa bahwa karya seni mereka akan dipilih oleh teman-teman sendiri untuk dipamerkan pada acara pameran seni rupa kelas/sekolah.

Pertemuan keempat
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa mengumpulkan lukisan.
·      Siswa dan guru memilih sejumlah lukisan terbaik.
·      Siswa yang lukisannya tidak terpilih berkumpul sebagai kelompok panitia pameran seni rupa kelas.
·      Panitia mulai rapat perdana dan menyiapkan acara pameran (mengerjakan tugas V hlm. 115).
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·      Siswa dapat mengerjakan tugas-tugas persiapan pameran di luar jam belajar.

Pertemuan kelima
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·      Siswa menyusun hasil karya di dalam kelas dan mengadakan pameran.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi :
·      Siswa mengadakan acara diskusi karya teman sendiri.
·      Jika memungkinkan, siswa dapat mengadakan lelang atau penjualan hasil karya.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis,);

Penutup
·      Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi (nilai yang ditanamkan: ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Siswa dan guru melakukan refleksi(nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);
·      Guru memberikan tugas rumah (PR) (nilai yang ditanamkan: Menghargai keberagaman, ingin, jujur, disiplin, demokratis.);

E. Sumber Belajar
§  Kurikulum KTSP dan perangkatnya
§  Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
§  Buku sumber Seni Rupa SMA dan MA kelas X – ESIS (hlm. 108—119)
§  Peta konsep
§  OHP
§  Buku-buku penunjang yang relevan
§  Internet

F. Penilaian
Tugas pembuatan proposal pameran seni rupa berkelompok (latihan II hlm. 114)

Format Penilaian Proposal


Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Deskripsi
Kreativitas gagasan pameran




Konsep dan tema pameran digambarkan dengan menarik, jenis karya yang dipamerkan menarik dan mengundang rasa ingin tahu
Kejelasan gagasan




Tema pameran terepresentasi dalam rangkaian acara.
Tiap rangkaian acara mendukung satu tema dan ada koherensi antartiap rangkaian acara.
Perincian persiapan



Persiapan karya seni dan konsep pameran dijabarkan secara detail.
Dana dijabarkan secara detail dan masuk akal.
Pelaksanaan dideskripsikan secara detail.
Struktur penulisan proposal



Proposal memiliki struktur yang teratur dan sesuai dengan tata cara penulisan proposal.
Penyajian dan bahasa



Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai EYD.

Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

Tugas membuat perencanaan acara pameran seni rupa (tugas V hlm. 115).

Format Penilaian Perencanaan Pameran

Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Deskripsi
Kepanitiaan




Siswa mampu membentuk tim, menentukan pemimpin, serta membuat pembagian tugas dengan adil dan berimbang.
Perencanaan acara secara umum



Siswa mampu membuat rencana kerja dan mengatur jadwal secara kronologis dan masuk akal, menetapkan anggaran, serta tempat dan waktu pameran.
Perincian persiapan



Siswa mampu menetapkan tema, menggolongkan jenis karya, memilih seniman, membuat katalog, undangan, poster, menghubungi orang yang membuka pameran, memasang karya dengan baik dan disertai dengan judul, membuat sistem penjualan karya, serta membuat laporan pertanggungjawaban

Perincian acara pameran



Mampu membuka acara pameran, menyelenggarakan diskusi dan transaksi karya
Penutupan acara pameran



Mampu mengumpulkan kembali karya dengan rapi, serta membuat laporan pertanggungjawaban

Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

Jawaban Soal Latihan (halaman 111—113)
A.

B.
  1. - Tahap persiapan. Hal yang harus dipikirkan pada tahap ini adalah tema pameran, jenis karya, seniman, tempat dan waktu, sumber dana, panitia pelaksana, katalog, kartu undangan, orang yang membuka pameran, pemasangan karya, pembuatan judul, tata letak, sistem penjualan karya, dan publikasi.
- Tahap pelaksanaan. Tahap ini meliputi pembukaan, pameran harian, diskusi, dan transaksi penjualan karya.
- Tahap penyelesaian. Tahap ini meliputi pengepakan, pengembalian karya, penyelesaian akhir, pembayaran fasilitas yang disewa, laporan pertanggunjawaban, dan pembubaran panitia.
  1. Kurator adalah orang yang bertugas menyeleksi atau menilai karya seni.
  2. Kolektor adalah orang yang menggemari dan mengoleksi karya seni.
  3. Yang harus diundang dalam diskusi pameran adalah moderator, pembicara (meliputi seniman, kurator, dan panitia), dan peserta (masyarakat).
  4. Penjualan karya tidak harus selalu dilakukan dalam pameran. Penjualan juga dapat dilakukan setelah pameran selesai, sesuai kesepakatan pembeli dan seniman.

VIII
A. Jawaban Soal Latihan (hlm 82—84)

B.
  1. Seni rupa Nusan tara berkembang sejak zaman prasejarah. Pada zaman prasejarah, seni rupa bernuansa animisme dan dinamisme. Setelah zaman prasejarah, seni rupa dipengaruhi agama Hindu, Buddha, dan Islam, serta budaya Cina dan kolonial (Eropa).
  2. - Seni rupa murni adalah seni rupa yang dibuat untuk mengekspresikan nilai budaya dan keindahan, sedangkan seni rupa terapan dibuat untuk fungsi pragmatis, atau untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
- Seni rupa dua dimensi memiliki unsur panjang dan lebar, sendangkan seni rupa tiga dimensi memiliki unsur panjang, lebar, dan volume.
  1. - Seni kaligrafi
- Seni makam
- Seni wayang
- Seni batik
  1. a. teknik menganyam/menjalin: dibuat dengan cara menyusun sulur secara berjajar rapat. Kemudian, sulur lainnya dimasukkan secara berselang-seling dengan posisi tegak lurus dengan jajaran sulur yang pertama.
b. teknik menggulung. Teknik menggulung lebih rumit dari teknik menganyam. Pembuatannya adalah dengan cara memilin-milin bahan sesuai kerangka, dan dimulai dari titik pusat. Hingga meligkar atau melebar ke sekalilingnya. Setelah tersusun, anyaman dijalin dengan benang yang halus.
  1. Yang harus dipersiapkan sebelum pameran seni rupa adalah tema pameran, jenis karya, seniman, tempat dan waktu, sumber dana, panitia pelaksana, katalog, kartu undangan, orang yang membuka pameran, pemasangan karya, pembuatan judul, tata letak, sistem penjualan karya, dan publikasi.

Mengetahui,                                                             .........., ………..............
Kepala Sekolah/Yayasan                                      Guru Mata Pelajaran



……………………........                                            ........................................
NIP/NRK.......................                                             NIP/NRK.......................

0 comments:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons